TaniHub Group Jamin Stok Pangan Segar dan Olahan Terjaga Jelang Akhir Tahun 2021

Jakarta, (BERITASATOE.COM) – TaniHub Group, agritech and e-grocery startup terdepan di Indonesia, memastikan bahwa stok produk pangan segar dan pangan olahan tetap terjaga pada akhir tahun 2021. Perusahaan terus memperkuat kapasitas stok untuk memenuhi permintaan konsumen yang meningkat pada musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Langkah ini merupakan antisipasi TaniHub Group saat terjadinya peningkatan permintaan atas sejumlah bahan pangan pokok di pasaran, yaitu beras, minyak goreng, telur, daging, dan lain-lain. Sejak awal 2021, TaniHub Group telah mengantisipasi pertumbuhan permintaan yang akan lebih tinggi, termasuk saat musim liburan pada akhir tahun.

Selain faktor libur panjang musiman pada akhir tahun, peningkatan permintaan juga disebabkan oleh beberapa faktor lainnya. Sebagai contoh, kondisi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun, memicu masyarakat untuk berbelanja bahan pangan segar secara daring. Permintaan konsumen juga semakin meningkat seiring maraknya promo dan kampanye double date seperti 11.11 dan Harbolnas 12.12 yang diadakan oleh pemain industri e-grocery, termasuk TaniHub.

Lonjakan permintaan tersebut terlihat dari pertumbuhan transaksi di platform yang hingga kini mencapai tiga hingga empat kali lipat secara year-on-year dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. TaniHub juga mencatat peningkatan jumlah pelanggan B2B dan B2C, yang saat ini telah mencapai 1 juta lebih pelanggan. Pertumbuhan pasar yang pesat tersebut kemudian memunculkan tantangan bagi perusahaan untuk selalu dapat memenuhi ketersediaan stok bahan pangan yang stabil, berkualitas, dan dapat diandalkan.

Ritchie Goenawan, Chief Marketing Officer and Director of People & Culture TaniHub Group mengatakan, secara umum perusahaan selalu mampu memenuhi permintaan konsumen karena ditopang oleh hubungan yang erat dengan para mitra petani yang saat ini telah mencapai lebih dari 60.000 orang di berbagai daerah. Selain itu, TaniHub Group juga memiliki platform peer-to-peer lending TaniFund yang selalu aktif mencari proyek budidaya yang dapat dibiayai, sehingga hasil panen dapat diserap kembali oleh TaniHub.

TaniHub Group juga terus mengembangkan sistem supply-demand forecasting agar semakin mampu memprediksi dengan akurat mengenai tren pasokan dan permintaan setiap komoditas, serta menyempurnakannya dengan berbagai data points lainnya, termasuk pengaruh gangguan cuaca terhadap panen.

Namun, Ritchie mengatakan, upaya untuk mencari lebih banyak pasokan dari para petani baru harus terus dilakukan. Dengan misi itu, TaniHub Group berharap dapat bekerja sama dengan 1 juta petani pada akhir 2022. “Kami tetap fokus untuk memperluas jaringan mitra petani atau memperkuat sisi hulu, agar kami selalu bisa menyediakan pasokan yang sangat bisa diandalkan untuk semua customer kami, baik B2B maupun B2C. Itu merupakan pekerjaan rumah kami yang journey-nya masih panjang, sehingga kami akan terus mengerahkan upaya dan berinvestasi pada aspek tersebut,” ujar Ritchie.

Mengenai antisipasi permintaan yang tinggi, Ritchie menegaskan bahwa TaniHub Group terus berkomitmen menjaga kelancaran operasional dan kualitas handling produk agar produk dapat sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang tetap baik.

Di sisi hilir, perusahaan secara aktif terus berupaya meningkatkan awareness masyarakat mengenai keuntungan berbelanja bahan pangan secara daring. Menjelang Natal dan Tahun Baru, TaniHub melanjutkan program promonya yaitu Bejibun (Belanja Gaji Bulanan) yang diadakan setiap akhir bulan, serta meluncurkan produk baru yaitu aneka kue kering untuk menyambut musim liburan. (RB/Red)