Perda Dilanggar, Jalan Raya Tajur Makin Sempit dan Langganan Macet. Sekda Kota Bogor Pilih Bungkam

BOGOR, (BS) – Terkait keluhan masyarakat terhadap kemacetan yang setiap hari terjadi di jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor, yang masih terus berkepanjangan diduga karena belum ada solusi konkrit dari pemerintah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah saat dikonfirmasi malah enggan memberikan keterangan.

Rabu (26/04/2022) dan Kamis (27/04/2022) saat beritasatoe.com meminta tanggapan terkait hal tersebut melalui pesan singkat, Syarifah memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan apapun.

Secara kasat mata, penyempitan jalan di jalur itu akibat berdirinya bangunan-bangunan komersil yang terang – terangan telah melakukan pelanggaran perda. Salah satunya bangunan yang memakan bahu jalan. Kondisi tersebut diperparah lagi oleh lemahnya sikap pemangku jabatan di Kota Bogor, sehingga kondisi itu tetap terjadi bahkan semakin menjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun 2020 lalu Pemkot Bogor Kembali melakukan observasi dan pengamatan langsung di lapangan. Dan akhirnya menemukan penyebab kemacetan parah di Jalan Raya Tajur pemicunya diketahui akibat pelanggaran site plan pada bangunan mal baru Boxies 123 di Kelurahan Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor.

Kepada awak media, Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo saat itu, mengatakan, berdasarkan hasil observasi atau pengamatan langsung serta kajian lalu lintas (lalin) pasca-beroperasinya pusat perbelanjaan berkonsep indoor outbound (inbound) itu, ditemukan ketidaksesuaian antara site plan dengan realisasi pembangunan mall lima lantai yang menempati lahan seluas 50 ribu meter persegi itu.

“Bahwa dalam rekomendasi sesuai site plan ada beberapa kegiatan yang belum dilaksanakan oleh pihak mal. Di antaranya pembangunan celukan, shelter khusus pemberhentian angkot, serta trotoar khusus pejalan kaki. Seharusnya itu dilaksanakan karena jelas disebutkan dalam rekomendasi dari Pemkot Bogor,” ujar Eko, Kamis (23/1/2020) silam.

Bahkan, lanjutnya, tiga rekomendasi yang tidak dilaksanakan. Tentang kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Lalu Lintas, pelengkapan pembangunan yang harus dipenuhi oleh pihak mall. Bahkan, kondisi di lapangan juga harus disesuaikan sesuai arahan dari Wali Kota Bogor, bahwa seluruh pohon yang ada di depan mal jangan sampai ditebang.

“Pohon-pohon di sana harus tetap dipertahankan dan jangan ditebang. Pembangunan yang belum dilaksanakan harus disesuaikan dengan kondisi pohon yang ada di sana,” jelasnya.

Selain itu, dalam mengurai kemacetan, pihaknya tanah melakukan rekayasa lalu lintas di depan mal tersebut, khususnya saat akhir pekan, sebab sebelumnya kawasan Jalan Raya Tajur memang sudah sering macet.

“Pintu akses keluar dan masuk memang ada di tikungan itu, tetapi kami selalu melakukan rekayasa lalin apabila kondisi krodit. Perlu juga dilakukan penambahan petugas diblapangan untuk mengatur lalu lintas,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen mal boxies 123 belum bisa dimintai keterangan.

Keluhan lain yang berhasil dihimpun.beritasatoe.com dari masyarakat yakni adanya bola-bola kristal yang ditanam dipermukaan aspal yang sedianya untuk pembatas jalan. Namum pada kenyataanya bola Рbola kristal itu menjadi pemicu banyaknya kecelakaan. khususnya para pengendara roda dua. Terutama terjadi pada malah hari dan saat turun hujan.(RDN).

Respon (82)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *