Kades Taman Sari Minta Pemkab Pesawaran Cepat Selesaikan Sengketa Lahan Warga Vs PTPN VII Way Berulu

Kepala Desa Taman Sari Fabian Jaya

PESAWARAN, (BS) – Terkait tanah warga yang masuk kedalam perusahaan PTPN VII Way Berulu sejak tahun 1976, Kepala Desa Taman Sari Fabian Jaya berharap agar pemerintah bisa cepat menyelesaikan konflik tanah tersebut.

” Saya berharap agar pemerintah Kabupaten Pesawaran bisa cepat menyelesaikan masalah lahan warga saya ” Kata Fabian kepada wartawan, Kamis 03 Juni 2022.

Lanjut Fabian, Saya amat sangat berharap permasalahan lahan antara warga dengan pihak PTPN ini dapat di selesaikan dengan seadil-adilnya. Apabila memang lahan tersebut sesuai hasil survey kemaren dari BPN dan Pemkab Pesawaran serta PTPN V11 kemaren tidak atau belum memiliki surat dan masyarakat Desa Taman Sari khususnya dusun sumber sari 1V dan dusun bagun harjo mereka juga mengklaim bahwa lahan tersebut bukaan orang tua mereka dan kakek mereka pada tahun 1951 maka saya berharap untuk menjadi pertimbangan bagi pemerintah yang memang menjadi hak masyarakat di kembalikan pada masyarakat, tegas Fabian.

” Saya kalaupun memang lahan seluas 329 Hektar tersebut milik lahan negara. Saya juga akan berusaha menjelaskan pada masyarakat untuk tidak di minta,” ujarnya.

Tapi memang jika itu bukan lahan negara dan masyarakat merasa mereka yang membuka lahan maka saya sangat berharap pula untuk masyarakat tersebut bisa di buatkan surat kepemilikannya. Apabila nanti mereka membuat sporadik dan lain sebagainya.

” Intinya kita berharap bahwa negara kita indonesia ini Negara hukum. Jadikan Hukum sebagai tolak ukur dalam kita berbuat,” ucap Dia.

Sebagai Kepala Desa Taman Sari Fabian juga berharap kepada Badan Pertanahan Negara (BPN) terkait dalam hal ini benar-benar konsisten.

” Saya berharap BPN benar-benar konsisten dalam masalah lahan masyarakat desa taman sari, karena sikap konsisten dari BPN terkait masalah ini amat sagat saya harapkan. Jangan sampai ada keberpihakan kepada pihak yang salah.  Karena ingat BPN adalah milik negara yang mana tujuannya adalah keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.” Pungkasnya.