Pengelola Bandara King Abdul Aziz Jeddah Siapkan Paviliun Nyaman Bagi jemaah Haji Indonesia

Tak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, layanan di Terminal Haji Bandara Jeddah kali ini ada perbedaan yang cukup mencolok. Yakni fasilitas paviliun yang lebih nyaman dan sejuk lantaran telah dilengkapi pendingin udara (air conditioner/AC).

Baca juga: Masjid The IMAAM Center di Maryland, Wajah Muslim di Amerika

Dari pantauan tim Media Center Haji (MCH), layanan paviliun ini sudah sangat siap digunakan. Meski bangunan paviliun cukup luas dengan ukuran sekitar 40 meter  x 30 meter, namun ketika masuk udara di dalamnya langsung terasa sangat sejuk.

Untuk membuat ruangan menjadi dingin, Pengelola Bandara Jeddah melengkapi bagian atap dengan fiber tebal yang transparan. Ini makin membuat jemaah nyaman karena seolah tanpa ada sekat.

Jemaah juga tidak perlu berdesakan masuk paviliun. Setiap zona dilengkapi dengan 4 paviliun. Adapun setiap paviliun bisa menampung jemaah hingga tiga kloter.

Di dalam paviliun juga terdapat tempat salat bagi jemaah laki-laki dan perempuan yang dibuat terpisah. Sedang untuk transit, pengelola menyediakan kursi sekitar 300 buah di dalamnya. Untuk keluar masuk paviliun juga sangat mudah karena setiap unit dilengkapi dengan 9 pintu. Sedang untuk tempat mandi dan wudlu, lokasinya juga ada di samping tiap paviliun. Di paviliun ini jemaah akan salat sunat dan berniat umrah jelang keberangkatan ke Mekkah.

Untuk mengecek kesiapan kedatangan jamaah Indonesia di Terminal Haji Bandara Jeddah, Sabtu (18/6/2022) sore, Kepala Daker Bandara Haryanto bersama sejumlah petugas melakukan survei lokasi. Sasaran survei menyeluruh dimulai zona A hingga E. Haryanto juga melihat kantor Daker Bandara yang ada di Zona E.

“Seluruh fasilitas sudah kita lihat semuanya. Insya Allah kita siap memberikan layanan yang terbaik kepada jemaah gelombang kedua yang akan datang di Terminal Haji Bandara Jeddah,” ujar Haryanto.

Dalam kesempatan itu, Haryanto yang didampingi Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Bandara Wahyu Dewarini juga melihat kesiapan layanan keimigrasian cepat  (fasttrack).

Layanan ini khusus di Zona A. Sama seperti di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, layanan fasttrack sementara hanya dinikmati jemaah dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) dan Jakarta Bekasi (JKS). Haryanto juga melihat bus-bus yang disiapkan untuk mengangkut jemaah dari Jeddah ke pemondokan di Mekkah. (**)

Respon (43)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *