Dugaan Proyek SPAM Fiktif di Kecamatan Ciampea, DPUPR Berikan Klarifikasinya

BOGOR, (BS) – Dinas PUPR Kabupaten Bogor melalui Bidang Penyehatan Lingkungan membantah adanya dugaan proyek fiktif pada pekerjaan kontruksi Pembangunan Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum di Desa Tegalwaru dan Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

” Ijin memberi konfirmasi :
1. Utk desa Tegal waru memang direncanakan dibangun tahun 2020 hanya tidak jadi dilaksanakan (proses ada di RUP/rencana umum pengadaan tetapi tidak dilanjutkan). Tegal waru baru bisa dilaksanakan pembangunan nya di thn 2021
2. Utk desa Bojong rangkas thn 2021 ada kegiatan di lokasi kp wr.borong rt3 rw1.
Haturnuhun,” tulis Alanriadi melalui pesan elektronik WhatsAppnya saat dikonfirmasi Beritasatoe.com, Senin 25 Juli 2022.

Terkait bahwa dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP Pagu anggaran tersebut masih tertera alias tidak dihapus, Alanriadi dengan singkat menjelaskan,

“Ijin kang karna memang direncanakan di tahun tersebut, jadi masuk rencana umum pengadaan/RUP thn trsb,” jelasnya.

Sebelumnya Pekerjaan kontruksi Pembangunan Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum di Desa Tegalwaru dan Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor,  Dengan anggaran senilai Rp.350.000.000,- sebagaimana yang tertera pada laporan Sirup LKPP di tahun 2020, diduga tidak ada fisik pembangunannya.

Hal ini diperkuat Kepala Desa Tegalwaru, Hj. Nunung Nuriyah saat mintai keteranganya beberapa waktu yang lalu yang menyatakan bahwa di tahun 2020 lalu tidak ada pekerjaan tersebut di wilayahnya

“Di tahun 2020 tidak ada pekerjaan yang dimaksud. Ada juga pembangunan di tahun 2021,” ungkapnya.

Hal yang sama pun terjadi di Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, dimana pembangunan pengembangan sistem distribusi/vertikulasi air minum senilai Rp. 190.000.000,-

Kepala Desa Bojongrangkas, Iding Habudin BA mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai Kepala Desa dari 2019 sampai sekarang, belum ada pembangunan sarana air.

Menyikapi hal ini awak media akan segera melakukan penelusuran ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.