Respon Cepat DLH Kabupaten Bogor, Angkut Tumpukan Sampah Penyebab Banjir di Wilayah Kp. Sawah

BOJONGGEDE, (BS) – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor melalui Bidang Pengelolaan Sampah mengevakuasi tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di wilayah Kp.Sawah RT 002 RW 007 Desa Bojonggede, Minggu 16 Oktober 2022.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) penanganan sampah Sihabudin Acep Syahrudin di lokasi mengatakan bahwa, giat operasi bersih sampah di Kalibaru Barat tersebut dilakukan atas permintaan warga melalui Pemerintah Desa (Pemdes).

” Operasi Bersih (Opsih) ini kita lakukan menindaklanjuti keluhan dan permohonan warga yang terdampak banjir akibat luapan air Kalibaru akibat tumpukan sampah yang nyangkut di bawah jembatan,” tutur Acep.

Sebetulnya lanjut Acep, giat ini selain memang sudah agenda rutin Dinas Lingkungan Hidup juga dalam rangka membantu Dinas PSDA untuk memperlancar aliran air di Kalibaru tersebut.

” Pada giat Opsih hari ini, kita bersinergi dengan UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Paledang Kota Bogor untuk mengangkut sampah yang menutup atau menahan lajunya aliran air. Tadi setelah kita sama-sama lakukan pengangkatan sebagian sampahnya, alhamdulillah aliran air mulai lancar lagi,” tutur Acep.

Operasi Bersih DLH Kabupaten Bogor, angkut tumpukan sampah di Kalibaru Barat, Kp. Sawah, Desa Bojonggede, Minggu (16/10) photo.Santo

Menurut Acep, ari pengamatannya, diperkirakan jumlah tumpukan sampah itu bisa mencapai sekitar 36 m3 (meter kubik). Sehingga hari ini kemungkinan belum bisa terangkat semuanya.

” Hari ini kita siapkan hanya dua unit mobil pengangkut sampah, jadi kemungkinan semua sampah tadi ga akan terangkut semuanya, tapi minimal aliran air sudah lancar. Kemungkinan besok akan kita lanjut lagi. Kita terkendala juga karena banyak sampah kayu, pohon bambu dan pohon pisang yang nyangkut di bawah jembatan,” jelas acep.

Di lokasi yang sama, salah satu warga setempat turut membenarkan jika dampak dari tersumbatnya aliran air itu, saat hujan deras dan kali banjir, air meluap ke jalan dan masuk ke perkampungan yang menyebabkan rumah warga kebanjiran.

“Iya Bang, kalau air sungai naik jadi meluap dan menyebabkan warga kebanjiran. Kemarin saja pas hujan deras luapan air itu tingginya mencapai 50 centimeter yang menggenangi jalan dan rumah warga,” ujar Nandar warga setempat.

Sebenarnya kata dia lagi, warga sering gotong – royong membersihkan sampah itu, tapi karena volume sampah dari hulu banyak dan ditambah banyaknya sampah kayu yang nyangkut di bawah jembatan sehingga laju air dan sampah tertahan, menumpuk. Hal itulah yang menyebabkan menghambat aliran air tidak lancar sehingga meluap, bebernya.

” Alhamdulillah hari ini pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor merespon cepat keluhan kami dan segera melakukan pengangkatan sampah yang menjadi penyebab banjir di lingkungan kami. Kami berharap kedepannya pihak dinas bisa rutin pengangkatan sampah di Kalibaru ini, khususnya yang menumpuk dan berpotensi menyebabkan banjir,” ucap Nandar.

Sebagai warga secara pribadi kami juga menghimbau kepada kesadaran semuanya, terutama warga yang tinggal di hulu agar tidak lagi membuang sampah ke kali. Karena dampaknya bukan saja berpotensi menyebabkan banjir tapi juga mencemari air kali, ujarnya.