Tingkatkan Pelayanan, RSUD Cibinong Hadirkan Fasilitas Terapi Oksigen Hiperbarik

Apa dan bagaimana metode terapi hiperbarik itu? Simak Penjelasannya

CIBINONG, (BS) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong terus meningkatkan mutu dan fasilitas pelayanan kepada masyarakat, salah satunya dengan menghadirkan pelayanan Terapi Oksigen Hiperbarik.

Terapi Hiperbarik adalah suatu metode pengobatan yang dilakukan dengan menghirup oksigen murni dalam ruang bertekanan udara tinggi. Tujuannya adalah meningkatkan kadar oksigen dalam darah, plasma dan jaringan.

dr.Sigit Budiman selaku dokter Hiperbarik pada RSUD Cibinong dalam keterangan persnya menjelaskan, mekanisme kerjanya hiperbarik pada dasarnya menghirup Oksigen dalam ruangan dengan tekanan udara tinggi itu bertujuan untuk merangsang pembentukan sel-sel dan jaringan baru dalam tubuh lebih cepat.

dr.Sigit Budiman (Kanan) dan dr. Martina Sari Lubis saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruangan Terapi Oksigen Hiperbarik RSUD Cibinong, Selasa 21/08. (Photo/San)

” Terapi ini sangat membantu percepatan pemulihan bagi pasien yang sakit dan juga membantu memberikan kebugaran tubuh bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Adapun indikasi dan kegunaan Terapi Oksigen Hiperbarik lainnya kata dr. Sigit untuk membantu penyembuhan luka bermasalah, seperti luka Diabetes, gangrene, luka bakar, dan juga luka infeksi serius.

Kenapa begitu, karena dengan terapi oksigen hiperbarik bisa mempercepat proses penyembuhan luka,
membunuh bakteri lebih kuat dan lebih luas serta meningkatkan fungsi sel darah putih, jelasnya.

Selain itu lanjut dr.Sigit terapi hiperbarik ini juga sangat dianjurkan bagi mereka yang punya masalah gangguan pendengaran (Sudden deafness, Tinnitus & Migraine) dan masalah gangguan saraf & stroke.

Simulasi metode terapi oksigen hiperbarik RSUD Cibinong (Photo/san)

Terapi Oksigen hiperbarik yang baru dibuka sejak akhir Desember 2021 lalu, merupakan satu-satunya di kabupaten bogor.

” Untuk kabupaten bogor, terapi Hiperbarik ini baru hanya ada di RSUD Cibinong ini,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Dokter Hiperbarik lainnya yakni dr.Martina Sari Lubis juga menjelaskan bahwa
Hiperbarik tidak diperkenankan pada orang dengan kelainan paru tertentu dan beberapa kondisi medis tertentu.

“Jadi sebelum melakukan terapi hiperbarik biasanya kita lakukan pengecekan dulu apakah pasien tersebut boleh diterapi atau tidaknya. Kami menyarankan pasien sebaiknya untuk konsultasi dokter terlebih dahulu,” tutur dr.Sari.

Lanjut dr. Sari, terapi oksigen dengan tindakan memberikan oksigen murni pada pasien ini merupakan pengobatan pendamping untuk mempercepat proses pemulihan pasca sakit atau untuk menambah kebugaran bagi mereka yang sehat.

” Jadi terapi ini bukan metode pengobatan tunggal, untuk mempercepat proses pemulihan dan bagi mereka yang memiliki masalah Hipoksia (Rendah Oksigen) ,” tandasnya.