Tarif Parkir RSUD Cibinong Mencekik, Ini Tanggapan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor

CIBINONG, (BS) – Soal Keluhan warga terkait tingginya tarif parkir yang diterapkan PT. Baraya Hiraya selaku pengelola parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dinas terkait saling lempar kewenangan.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor yang dikonfirmasi perihal tersebut menyebutkan bahwa kewenangan mereka hanya sebatas pengawasan

Bagaimana tidak, warga pengunjung yang kebanyakan dari golongan masyarakat kurang mampu yang hendak menengok keluarga yang sakit itu harus dibebani dengan tarif parkir yang mencekik leher.

” Saya heran di tempat pelayanan umum yang notabene milik pemerintah itu, tarif parkirnya kok jauh lebih mahal dari tarif parkir di tempat umum milik swasta,” keluh salah satu pengunjung RSUD yang enggan dipublikasikan identitasnya, kepada wartawan, Jum’at (16/09/2022).

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor yang dimintakan tanggapannya kepada wartawan media ini mengatakan akan menanyakan hal itu dalam rapat dengan pihak RSUD yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

” Minggu depan kita rapat sama pihak rumah sakit Cibinong saya akan tanyakan terkait hal ini,” jelas Sastra Winara Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor melalui pesan elektroniknya, Sabtu (17/09/2022).

Masih menurut Sastra, pihaknya juga akan segera kroscek ke lapangan. ” Segera akan kita cek ke lapangan. Kasian masyarakat kalau emang tarifnya terlalu mahal,” tegas Politisi Partai Gerindra tersebut.

Sebelumnya media ini telah menulis terkait keluhan beberapa warga masyarakat pengunjung RSUD Cibinong yang merasa keberatan dengan tarif parkir yang dianggap terlalu tinggi tersebut.

” Itu kan Gedung Pemerintah dan fungsinya adalah pelayanan. Seharusnya kalaupun parkirnya tidak gratis, ya ga semahal itu juga tarifnya. Bayangkan untuk kendaraan jenis roda dua/motor pengelola parkir menerapkan tarif Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah) per jamnya degan maksimal 5 Jam atau paling banyak Rp. 10.000,-

” Itu sangat memberatkan dan mencekik,” keluhnya.

” Apalagi pengunjung RSUD itu kan kebanyakan keluarga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Yang dalam satu hari bisa beberapa kali keluar masuk untuk keperluan menjenguk atau keperluan lainnya,” kata dia.

Asep, pengunjung lainnya juga turut mengeluhkan tinggi atau mahalnya tarif parkir di rumah sakit cibinong itu.

” Dalam sehari saya harus merogoh kocek mencapai Rp.20.000, hanya untuk parkir. Ini bagi saya yang berpenghasilan pas-pasan, ya sangat memberatkan pak,” ketusnya.

Salah satu petugas jasa parkir dari PT. Baraya Hiraya sebagai pengelola parkir di lokasi tersebut saat dikonfirmasi membenarkan jika pihak pengelola (pengusaha jasa parkir) menerapkan tarif Rp. 2.000,- rupiah per jamnya dengan maksimal tarif Rp.10.000 untuk 5 jam.

” Iya benar tarifnya memang Rp. 2.000 per jam dan maksimal 5 jam atau Rp.10.000 untuk roda dua,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan Media ini masih terus mencoba mengkonfirmasi hal ini ke pengelola yakni PT. Baraya Hiraya.