Kades Cilebut Timur Bantah Jika Dirinya Membackup Pekerjaan Pemborong di Wilayahnya

BOGOR, (BS) – Pelaksana pekerjaan pembangunan Ipal Komunal di wilayah Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja diduga mencatut nama Kepala Desa untuk pengamanan pekerjaannya.

Pasalnya saat awak media memantau kegiatan pekerjaan di lokasi, Anton sang mandor yang ditugaskan oleh penyedia jasa yakni CV. Abadi Jaya mengatakan jika untuk koordinasi Ormas, LSM ataupun Media semua sudah diserahkan ke Desa (Kades-Red).

” Jadi kata Bu Nina (Penyedia Jasa) ke saya, kalau ada apa-apa Pak Anton, semua suruh ke desa aja, biar Pak Anton tenang ga di ganggu kerjanya. Termasuk Wartawan, Ormas dan LSM sama aja semua ke desa aja,” ucap Anton (mandor proyek) kepada wartawan media ini di lokasi, Selasa (18/10/22).

Berdasarkan keterangan mandor tersebut, media ini pun mencoba mengkonfirmasi langsung ke Kepala Desa Cilebut Timur, Muchtar Kelana.

Melalui sambungan telepon, Muchtar Kelana dengan tegas membantah jika pihaknya membackup pekerjaan proyek tersebut.

” Bohong itu Om, gak ada pihak Desa ataupun saya pribadi membackup atau menjadi pengamanan dari rekan-rekan Ormas, LSM ataupun Wartawan pada kegiatan tersebut,” tegas Muchtar via telepon, Selasa (18/10).

Tapi Muchtar juga tidak menampik bahwa penyedia jasa pernah datang ke desa untuk koordinasi terkait kegiatan mereka itu.

” Ibu Nina memang pernah datang ke desa ketemu saya untuk koordinasi kegiatan tersebut. Dan memang pada saat itu Bu Nina memberikan amplop berisi uang. Saya tanya ini uang apa? Di jawab Bu Nina itu untuk ngopi dan rokok anak-anak aja,” ucap Kades menirukan percakapannya dengan penyedia jasa waktu itu.

Lalu lanjut Kades, saya tanya lagi, kalau uang itu tujuannya untuk pengamanan kegiatan pekerjaan mereka, saya keberatan dan tidak bisa menerima pemberian itu. Namun dijawab bukan untuk itu, ungkap Muchtar.

” Nah Om, uang pemberian Bu Nina itu tidak saya ambil sendiri tapi dibagikan buat anak-anak (staf dan perangkat desa) untuk beli kopi dan rokok. Jadi cuma itu, tidak ada itu untuk pengamanan atau desa disebut membackup kegiatan mereka. Bohong itu,” tegas Muchtar Kelana.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak penyedia jasa yakni CV Abadi Jaya belum bisa di mintai keterangannya.