Diduga Oknum IPSM Desa Cigombong Lecehkan Awak Media, Ketua AWPI: Kita akan Tempuh Jalur Hukum

CIGOMBONG, (BS) – Undang – Undang tentang pers 4o tahun 1099 yang melindungi tugas pokok dan fungsi tugas media untuk melindungi wartawan dilanggar oleh oknum anggota Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Desa Cigombong berinisial F.

Insiden berawal ketika awak media mendatangi kantor desa untuk melakukan peliputan. Ketika awak media memasuki ruangan oknum anggota IPSM berinisial F itu bersikap arogan. Sehingga memancing emosi awak media, karena sebelumnya oknum tersebut bersama oknum staf desa Cigombong lainya telah melakukan pembohongan publik.

Saat awak media hendak menemui Kepala Desa Cigombong Heri Hendrawan yang berada di ruangan atas, oleh kedua oknum tersebut menyatakan kades tidak masuk kantor.

Paska insiden, oknum anggota IPSM Desa Cigombong bukanya menyelesaikan masalah, dia malah meninggalkan tempat tanpa pamit.

Menyikapi kondisi itu, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Diana Papilaya menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum. Karena dalam hal itu telah terjadi pelanggaran terhadap undang-undang pers dan pelecehan profesi media.

“Kami akan proses hukum. Karena pers merupakan pilar keempat negara dan tugas kami dilindungi undang-undang, apalagi ini pelecehan terhadap profesi yang menjadi bagian dari harga diri kami. Kalau perlu AWPI akan menggelar aksi massa besar di area kantor Desa Cigombong wa “, tandasnya.

Seperti biasa, Kades Cigombong, Hery Hendrawan saat akan dikonfirmasi tentang hal tersebut tidak berada ditempat. Ketika dihubungi melalui nomor pesawat genggamnya diketahui tidak aktif.

Sementara itu Adi selaku sekdes banyak terdiam ketika dikonfirmasi hal tersebut.